Trending

Habari Aja

Gubernur Muhidin Minta Dukungan BNPB untuk Penanganan Karhutla di Kalsel

 

PENANGANAN: Gubernur Kalsel H. Muhidin mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar - Foto Adp


HABARIAJA.COM, BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Senin (19/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Muhidin kembali mengajukan usulan bantuan penanganan karhutla kepada pemerintah pusat melalui BNPB.

Rombongan tiba di VIP Room Bandara Internasional Syamsudin Noor sekitar pukul 09.30 WITA menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara bernomor A7306. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Booster Lingkar Utara PT AM Intan Banjar, Kabupaten Banjar, untuk melihat langsung kondisi kebakaran dan upaya penanganan di lapangan.

Muhidin menjelaskan, dari 13 kabupaten di Kalimantan Selatan, sebelumnya terdapat 12 kabupaten yang diusulkan menerima bantuan penanganan karhutla. Namun, baru enam kabupaten yang memperoleh bantuan sehingga pemerintah daerah kembali mengajukan usulan untuk wilayah yang belum terakomodasi.

Selain mengupayakan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan penanganan karhutla melalui pemadaman api dan pembasahan lahan, terutama di kawasan gambut.

“Jadi, ada pemadaman api, ada pembasahan,” ujar Muhidin saat menjelaskan langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel menyiapkan cairan surfaktan yang direncanakan diperbanyak dan didistribusikan ke kabupaten yang membutuhkan setelah pasokan berikutnya tiba.

Pemprov Kalsel juga merencanakan pembuatan embung kecil sebagai sumber air untuk pembasahan lahan. Ketersediaan air tersebut diharapkan turut mendukung operasi pemadaman melalui helikopter dengan metode pengeboman air (water bombing).

Muhidin menjelaskan, pembasahan lahan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di kawasan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah dipadamkan.

“Karena api di dalam masih ada. Itu kalau daerah gambut,” jelasnya.

BNPB Petakan Kebutuhan Penanganan Karhutla

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, peninjauan lapangan dilakukan untuk mengevaluasi penanganan yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan tambahan yang dapat didukung pemerintah pusat.

“Pertama kita inventarisir dulu kebutuhan-kebutuhan apa yang masih dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Kristomei, percepatan penanganan diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Karena itu, kebutuhan personel, peralatan pemadam, tangki air, hingga dukungan anggaran akan dipetakan berdasarkan kondisi di lapangan.

“Jam per jam, menit per menit kita harus segera merespons, jangan sampai api itu semakin meluas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, kepolisian, dan sektor swasta. Sinkronisasi antarpihak diperlukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman.

BNPB Jajaki Teknologi Modifikasi Cuaca

Selain memperkuat penanganan di darat, BNPB menjajaki penggunaan teknologi modifikasi cuaca untuk mendukung upaya mengatasi karhutla. Kristomei menyebut teknologi dry ice akan dicoba untuk mendukung proses pembentukan hujan, yang kemudian dilanjutkan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan bahan semai yang sesuai.

“Di Sumsel kita sudah berhasil seperti itu, dan saat ini di Kalimantan akan kita coba lagi seperti itu sehingga hujan bisa turun baik di Kalimantan Tengah maupun di Kalsel,” ungkapnya.

Terkait tawaran bantuan dari sejumlah negara tetangga, Kristomei mengatakan BNPB masih melakukan inventarisasi terhadap bentuk dukungan yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diterima benar-benar sesuai dengan kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.

“Jadi bantuan itu harus benar-benar bantuan yang memang kita butuhkan dan bisa langsung berdampak untuk memadamkan api ini,” katanya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Kepala BIN Daerah Kalimantan Selatan Kombes Pol. Sentot Adi Dharmawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Danlanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Galih Nurna Putra, serta Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P.

Usai meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Banjar, KSAD, Kepala BNPB, dan rombongan bertolak menuju Kalimantan Tengah untuk melanjutkan kunjungan kerja. (adp/ak)

Lebih baru Lebih lama