Trending

Habari Aja

Bertemu Wakil Dubes Belanda, Gubernur Kalsel Bahas Pengembalian Benda Bersejarah

 

KUNJUNGAN: H. Muhidin saat menerima kunjungan kerja Deputy Head of Mission atau Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Andriaan Palm, di Rumah Dinas Gubernur Kalsel, Jalan Letjen R. Suprapto, Banjarmasin - Foto Adp


HABARIAJA.COM, BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meminta Pemerintah Belanda menjelaskan keberadaan kepala atau tengkorak Demang Lehman yang disebut masih berada di salah satu museum di Belanda. Ia juga meminta benda bersejarah tersebut dikembalikan ke Kalimantan Selatan.

Permintaan tersebut disampaikan H. Muhidin saat menerima kunjungan kerja Deputy Head of Mission atau Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Andriaan Palm, di Rumah Dinas Gubernur Kalsel, Jalan Letjen R. Suprapto, Banjarmasin, Senin (5/10/2026).

H. Muhidin mengatakan permintaan pengembalian kepala Demang Lehman dan sejumlah benda bersejarah lainnya merupakan aspirasi tokoh serta masyarakat Kalimantan Selatan yang telah disampaikan sejak lama.

BACA JUGA: Program SIGAP, Tim Pembinan Samsat Banjarmasin I Jemput Bola ke Dealer Motor Bekas

Demang Lehman merupakan salah satu panglima perang Kerajaan Banjar yang ditangkap dan dihukum gantung pada 27 Februari 1864. Menurut informasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, bagian kepala Demang Lehman kemudian dibawa ke Belanda oleh Van den Bossche pada 1867.

Selain kepala Demang Lehman, Gubernur Kalsel juga meminta pengembalian intan milik Sultan Adam yang disebut diambil oleh Belanda dan tersimpan di Rijksmuseum Amsterdam sejak 1875.

Menanggapi permintaan tersebut, Andriaan Palm mempersilakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan surat resmi kepada Kedutaan Besar Belanda. Surat permohonan juga dapat disampaikan melalui Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon yang disebut akan melakukan kunjungan kerja ke Belanda dalam waktu dekat.

Menindaklanjuti hal tersebut, H. Muhidin langsung meminta Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel menyiapkan surat permohonan agar dapat segera diproses.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Galuh Tantri Narindra, Kepala Dinas Pendidikan Abdul Rahim, Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel Rospana Sofian, Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel Nasrullah, serta anggota Tim Ahli Gubernur Nurul Fajar Desira.

Belanda Tawarkan Bantuan Penanganan Karhutla

Selain membahas benda bersejarah, pertemuan tersebut juga membahas tawaran Kedutaan Besar Belanda untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan apabila diperlukan pemerintah provinsi.

Gubernur H. Muhidin menyambut positif tawaran tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa sebagian karhutla di Kalsel terjadi di kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus sehingga membutuhkan metode penanganan tertentu.

Menurutnya, pengelolaan lahan yang terdampak karhutla juga memiliki tantangan tersendiri karena sebagian merupakan lahan milik masyarakat, termasuk yang digunakan untuk pertanian dan perkebunan.

BACA JUGA: Sasar Ruang Publik, Tim Pembina Samsat Martapura Sosialisasikan Diskon Pajak Daerah

Tawarkan Kerja Sama Pengelolaan Waduk Riam Kiwa

Dalam pertemuan tersebut, H. Muhidin juga menawarkan peluang kerja sama dengan Pemerintah Belanda dalam pengelolaan Waduk Riam Kiwa setelah pembangunan proyek tersebut selesai.

Menurut Gubernur, pemerintah saat ini berfokus pada pembiayaan pembangunan waduk. Sementara pengelolaan air dan sistem penyalurannya kepada masyarakat setelah waduk beroperasi dinilai dapat menjadi ruang kerja sama dengan pihak lain, termasuk Pemerintah Belanda.

Tawaran tersebut menjadi salah satu topik kerja sama yang dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia. (adp/ak)

Lebih baru Lebih lama