| PENDAMPINGAN: Pendampingan dilakukan Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan Ahmad Arkan Nugraha - Foto Dok |
HABARIAJA.COM, BANJARMASIN - Proses penanganan insiden KM Virgo Transport 8 masih menyisakan penantian bagi keluarga korban yang berada di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Di tengah situasi tersebut, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Selatan hadir mendampingi keluarga korban sebagai bentuk perhatian selama proses penanganan berlangsung, Senin (21/9/2026).
Pendampingan dilakukan Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan Ahmad Arkan Nugraha bersama Branch Manager PT Jasaraharja Putera Banjarmasin Agung Gondo Pramono. Keduanya hadir di posko untuk memastikan keluarga korban memperoleh informasi dan pelayanan yang dibutuhkan selama proses penanganan.
Ahmad mengatakan, dalam situasi tersebut, keluarga korban membutuhkan pendampingan serta informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan.
“Kami berupaya untuk selalu berada di tengah keluarga selama proses ini berjalan. Semoga perhatian kecil yang kami berikan dapat sedikit membantu keluarga yang masih menunggu kepastian. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai perkembangan penanganan korban,” ujar Ahmad.
Seiring proses identifikasi dan penanganan korban, Jasa Raharja juga melakukan pendataan serta koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pemenuhan hak korban berjalan sesuai ketentuan.
Bagi korban yang telah teridentifikasi dan terverifikasi, Jasa Raharja akan memproses hak santunan bagi ahli waris. Sementara itu, bagi korban yang membutuhkan perawatan, jaminan biaya perawatan diberikan sesuai surat tagihan rumah sakit atau dokter.
BACA JUGA: Bandara Syamsudin Noor Sambut Penerbangan Perdana Batik Air Malaysia
Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Selatan menyatakan akan terus mengikuti perkembangan penanganan KM Virgo Transport 8 serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses berlangsung.
Kehadiran petugas di posko juga menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan keluarga korban. Dengan demikian, informasi mengenai perkembangan penanganan korban dan pelayanan Jasa Raharja dapat disampaikan secara jelas dan tepat. (jr/ak)