Trending

Habari Aja

Pegadaian Dorong Pande Emas Banjarmasin Naik Kelas melalui Program Pemberdayaan

 

PROGRAM: PT Pegadaian memperkuat pemberdayaan pengrajin emas lokal melalui Program Pemberdayaan Kelompok Pande Emas - Foto Ist


HABARIAJA.COM, BANJARMASIN - PT Pegadaian memperkuat pemberdayaan pengrajin emas lokal melalui Program Pemberdayaan Kelompok Pande Emas di Kota Banjarmasin. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pegadaian meningkatkan kapasitas pengrajin sekaligus mendukung pengembangan ekosistem Bullion Services di Indonesia.

Program yang dilaksanakan di wilayah kerja Kantor Wilayah IV Balikpapan tersebut menggunakan pendekatan Creating Shared Value (CSV), yakni konsep yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan bisnis perusahaan.

BACA JUGA: Sambut HUT ke-81 RI, Pelindo Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Lansia

Melalui program tersebut, Pegadaian memberikan sejumlah dukungan kepada kelompok pengrajin, antara lain peningkatan kapasitas, penyediaan sarana produksi, pendampingan usaha, serta literasi dan edukasi mengenai produk dan layanan Pegadaian.

Kegiatan kick-off dan sosialisasi Program Pemberdayaan Pande Emas digelar di Kelurahan Pekapuran Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Kegiatan dibuka Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Banjarmasin, Fachri Mokoagow, dan dihadiri Lurah Pekapuran Laut serta para pengrajin emas penerima manfaat.

Lurah Pekapuran Laut mengapresiasi dukungan Pegadaian terhadap kelompok pengrajin emas di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Kelurahan Pekapuran Laut sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Pegadaian atas Program Pemberdayaan Kelompok ini. Melalui program ini, semoga dapat membantu para perajin emas dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi mereka,” ujarnya.

Fachri mengatakan, pengrajin emas merupakan bagian penting dalam rantai industri emas yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Karena itu, program pemberdayaan diarahkan tidak hanya pada pemberian bantuan, tetapi juga penguatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha.

“Program Pande Emas merupakan bentuk komitmen Pegadaian untuk mendukung para pengrajin emas agar semakin berkembang dan memiliki daya saing. Kami ingin program ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas dan kemandirian pengrajin melalui pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Fachri.

Ia berharap dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan pengrajin untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas usaha. Penguatan kelompok pande emas juga dinilai dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pengrajin dan Pegadaian dalam pengembangan ekosistem emas.

“Kami berharap para pengrajin dapat memanfaatkan berbagai dukungan yang diberikan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas usaha. Dengan semakin kuatnya kelompok pande emas, kami optimistis ekosistem emas di Banjarmasin dapat tumbuh lebih baik dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Selain pemberdayaan usaha, Pegadaian memberikan literasi dan edukasi keuangan kepada peserta. Materi disampaikan Goldvisor PT Pegadaian Area Banjarmasin, Yudha Rosadi, yang mencakup pengelolaan keuangan serta pengenalan produk dan layanan Pegadaian yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, mengatakan Program Pemberdayaan Pande Emas merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat bersama secara berkelanjutan.

“Kami ingin pemberdayaan pande emas tidak berhenti pada dukungan sarana atau edukasi, tetapi mampu membangun kemandirian dan meningkatkan daya saing para pengrajin. Melalui pendekatan Creating Shared Value, kami berupaya menciptakan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem bisnis Pegadaian,” ujar Rinaldi.

BACA JUGA: Renungan Suci HUT RI, Gubernur Kalsel Tekankan Peran Pemuda Isi Kemerdekaan

Menurut Rinaldi, Banjarmasin memiliki potensi dalam pengembangan industri kerajinan emas. Penguatan kapasitas, pendampingan usaha, dan akses terhadap layanan keuangan dinilai dapat membantu pengrajin meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Para pengrajin emas lokal memiliki keterampilan dan potensi yang sangat besar. Dengan peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, serta akses terhadap layanan keuangan yang tepat, kami berharap mereka dapat semakin produktif, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan. Di sisi lain, hal ini juga menjadi bagian dari upaya Pegadaian memperkuat ekosistem Bullion Services di Indonesia,” katanya.

Melalui program tersebut, Pegadaian berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor kerajinan emas. Program ini diharapkan mampu membentuk kelompok pengrajin yang semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Banjarmasin. (fs/ak)

Lebih baru Lebih lama