Trending

Habari Aja

Sektor Jasa Keuangan Indonesia Bertahan di Tengah Volatilitas Pasar Global

 

RAPAT: Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Mei 2026 - Foto Dok


HABARIAJA.COM, JAKARTA – Stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya tekanan terhadap kinerja perekonomian global yang dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, inflasi, serta volatilitas pasar keuangan.

Hal tersebut menjadi hasil penilaian Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang digelar pada 26 Mei 2026 dan disampaikan di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

OJK menilai, kondisi sektor jasa keuangan Indonesia masih menunjukkan kinerja yang solid dengan dukungan intermediasi keuangan yang terus tumbuh positif serta tingkat solvabilitas yang tetap berada pada level tinggi.

BACA JUGA: Telkomsel dan TVRI Perluas Akses Piala Dunia 2026 Melalui MAXStream TV Hadirkan Pengalaman Nonton yang Fleksibel

Perkembangan ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan, terutama akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak terhadap tingginya harga energi dan meningkatkan tekanan inflasi dunia.

Kondisi tersebut turut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga global akan bertahan pada tingkat tinggi dalam waktu yang lebih lama atau higher for longer. Dampaknya, terjadi peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara serta meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.

Meski demikian, OJK mencatat perekonomian global masih menunjukkan ketahanan. Aktivitas manufaktur dunia masih berada dalam fase ekspansi, meskipun mengalami perlambatan.

Di Amerika Serikat, kondisi ekonomi masih relatif kuat dengan dukungan pasar tenaga kerja yang stabil. Namun, tekanan inflasi mulai memberikan pengaruh terhadap tingkat kepercayaan konsumen.

Sementara itu, perekonomian Tiongkok menghadapi tantangan berupa melemahnya permintaan domestik dan investasi. Kendati demikian, sektor ekspor masih mampu menunjukkan kinerja yang cukup terjaga.

Perkembangan ekonomi global tersebut menyebabkan meningkatnya ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter dunia dan berdampak terhadap pergerakan arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di dalam negeri, aktivitas ekonomi menunjukkan perkembangan yang beragam. Dari sisi produksi, sektor manufaktur kembali mencatatkan ekspansi pada periode Mei 2026. Sementara dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi domestik masih relatif terjaga.

OJK juga mencatat tingkat inflasi domestik mengalami peningkatan pada Mei 2026 seiring kenaikan harga energi global. Namun, inflasi tersebut masih berada dalam level yang terkendali.

Selain itu, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

BACA JUGA: Kota Banjarmasin Raih Penghargaan Indeks Daya Saing Daerah dari BRIN

Sejalan dengan kondisi tersebut, kinerja sektor jasa keuangan nasional tetap menunjukkan ketahanan. OJK memastikan industri jasa keuangan mampu menjalankan fungsi intermediasi dengan baik serta tetap memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi global.

OJK akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pihak serta memastikan industri keuangan tetap sehat, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat. (ojk/ak)

Lebih baru Lebih lama