![]() |
| BANTUAN: Paguyuban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalimantan Selatan peduli memberikan bantuan untuk warga terdampak Banjir - Foto Dok |
HABARIAJA.COM, BANJAR - Banjir yang telah berlangsung lebih dari satu bulan masih merendam permukiman warga di setiap RT Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan terpaksa bertahan di rumah dengan kondisi aktivitas ekonomi lumpuh total.
Melihat hal tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalimantan Selatan membentuk solidaritas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) peduli dengan memberikan bantuan untuk warga terdampak banjir, Minggu (18/1/2026).
BACA JUGA: Santunan Kecelakaan Jasa Raharja Tembus Rp3,22 Triliun, Naik 3,87 Persen
Perwakilan paguyuban SPPG Kalsel H Aftahuddin menyampaikan, ada sebanyak 28 SPPG turut berpartisipasi sebagai donatur dan menunjukkan kepedulian.
“Sebanyak 28 SPPG di Kalsel ikut peduli terhadap bencana banjir. Saat ini kami berbagi melalui dapur-dapur SPPG, dengan menurunkan langsung tim ke lapangan untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 750 paket, yang terdiri atas sembako, selimut, nasi siap saji, obat-obatan, serta makanan ringan untuk anak-anak. Selain itu, SPPG juga menurunkan tenaga medis untuk memberikan layanan pengobatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini kami salurkan terutama ke wilayah yang selama ini jarang tersentuh. Dari pengamatan kami, baik pemerintah kota maupun provinsi belum sepenuhnya menjangkau kampung-kampung di daerah ini, sehingga kami terus berupaya mencari dan menjangkau lokasi-lokasi tersebut,” katanya.
Menurutnya, kondisi lapangan cukup menantang karena keterbatasan akses. Bahkan, sejumlah titik yang biasanya tidak dapat dijangkau dengan kelotok kecil kini tetap diupayakan untuk didatangi.
“Sekitar tujuh RT yang sebelumnya belum terjamah bantuan akhirnya berhasil kami kunjungi. Medan cukup sulit, namun tetap kami upayakan demi masyarakat,” jelasnya.
Selain bantuan untuk warga terdampak banjir, SPPG juga memastikan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa sekolah tetap berjalan. Namun, akibat kondisi banjir, menu yang dibagikan menyesuaikan dengan situasi.
“Untuk sekolah-sekolah, kami tetap menyalurkan MBG setiap hari sesuai menu yang diwajibkan pemerintah. Karena kondisi banjir, menu basah diganti dengan menu kering seperti telur, abon, buah, roti, dan makanan lainnya," tambahnya.
BACA JUGA: Hari Desa Nasional 2026, Pemprov Kalsel Borong Sejumlah Penghargaan
Sementara itu Ketua RT 03 Desa Pembantanan, Arfani, mengatakan genangan air setinggi lutut orang dewasa membuat warga tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Sebagian besar warga yang berprofesi sebagai petani dan pembudidaya perikanan kehilangan mata pencaharian akibat banjir yang tak kunjung surut.
“Sudah lebih dari satu bulan warga bertahan di rumah. Semua aktivitas mati total, terutama petani dan perikanan. Akses darat juga sangat sulit dilalui,” ujar Arfani.
Ia menambahkan, bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak sangat membantu meringankan beban warga. Menurutnya, bantuan yang diterima dibagikan secara merata kepada seluruh kepala keluarga terdampak.
“Kami bersyukur ada bantuan dari pemerintah dan juga dari SPPG. Bantuan ini sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya. (fs/ak)
