HABARIAJA.COM, BANJAR - Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin mendampingi Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau pengungsi banjir di Puskesmas Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Minggu (4/1/2026) pagi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten serta kementerian terkait sejak banjir melanda wilayah Sungai Tabuk.
“Pemprov Kalsel memastikan seluruh penanganan berjalan di lapangan. Kami mendampingi pemerintah kabupaten, mulai dari pengungsian, distribusi logistik, sampai pendataan untuk tahap pemulihan nanti,” ujar Syarifuddin.
Menurutnya, kehadiran Menteri Sosial RI ke lokasi terdampak banjir menjadi penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi pengungsian yang saat ini dihuni oleh 218 jiwa dari 79 kepala keluarga. Pemprov Kalsel juga memastikan kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, dan ibu hamil, mendapatkan perhatian khusus.
“Yang penting saat ini kebutuhan dasar masyarakat aman terlebih dahulu. Soal lanjutan, Pemprov siap mengawal proses asesmen sampai ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah menyiapkan berbagai dukungan bagi pengungsi selama masa kedaruratan.
“Setiap masa kedaruratan, kami menyiapkan dukungan logistik, mulai dari makanan siap saji, pakaian, tenda, kasur, hingga kebutuhan lain yang diperlukan pengungsi. Kami juga menyediakan dapur umum dan layanan psikososial,” ujar Gus Ipul.
Ia menegaskan bahwa penanganan banjir di Sungai Tabuk merupakan hasil kerja bersama antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.
“Kita melihat kondisi pengungsian, dapur umum, dan layanan lainnya. Ini adalah kerja sama antara Kementerian Sosial dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, tentu dibantu oleh TNI dan Polri,” katanya.
Gus Ipul menjelaskan, pemerintah memiliki mekanisme penanggulangan bencana secara berjenjang, mulai dari evakuasi hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah juga menyiapkan santunan bagi korban terdampak.
“Bagi korban meninggal dunia disediakan santunan sebesar Rp15 juta untuk ahli waris. Sementara korban luka berat mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta,” jelasnya.
Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan ke dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Jika memang dibutuhkan, akan disiapkan hunian sementara. Selain itu, ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat dibangun kembali,” tambahnya.
Selain bantuan fisik, keluarga terdampak juga akan memperoleh bantuan lanjutan dari Kementerian Sosial.
“Pemerintah membantu pengisian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga. Selain itu, ada bantuan kebutuhan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan santunan dan dukungan ekonomi tersebut diberikan secara bertahap untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Banjir ke Warga Desa Pemakuan Hulu
Salah satu pengungsi, Masjulia, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dan bantuan pemerintah.
“Saya mewakili seluruh pengungsi mengucapkan terima kasih. Selama di sini kami sangat terbantu, terutama untuk makan dan minum. Kami juga mendapatkan kasur, selimut, dan sembako,” ucapnya.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut anggota DPD RI Muhammad Hidayatullah, Wakil Bupati Banjar Said Idrus, Sekretaris Kabupaten Banjar Yudi Andrea, serta jajaran pejabat Kementerian Sosial.
Usai meninjau pengungsian, rombongan melanjutkan kunjungan ke Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin di Jalan Trikora, Banjarbaru. Di lokasi tersebut, Gus Ipul didampingi Sekda Kalsel meninjau kesiapan Sekolah Rakyat, sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. (adp/ak)
