![]() |
| DISKUSI: Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah saat memimpin monitoring - Foto Dok |
HABARIAJA.COM, BATOLA - Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan monitoring pengelolaan terminal batubara milik PT Talenta Bumi Port di Kabupaten Barito Kuala, Selasa (30/12/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung praktik operasional pelabuhan, mulai dari proses bongkar muat hingga pengelolaan lingkungan yang selama ini menjadi perhatian publik.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, menilai pengelolaan terminal batubara PT Talenta Bumi Port berjalan relatif baik. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, proses bongkar muat batubara, tata kelola terminal, serta pengelolaan limbah telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
BACA JUGA: Tutup Tahun 2025, Bandara Internasional Syamsudin Noor Layani 27.221 Penerbangan
“Dari hasil monitoring, aspek teknis operasional yang kami lihat menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam menjaga standar lingkungan dan keselamatan kerja,” ujar Mustaqimah.
Dalam dialog bersama rombongan DPRD Kalsel, Direktur Operasional PT Talenta Bumi Port, Budi Suhartono, memaparkan sistem pengendalian debu yang diterapkan perusahaan. Upaya tersebut antara lain melalui penyiraman area operasional secara berkala, penggunaan penutup pada jalur conveyor, serta pengaturan area bongkar muat agar debu tidak menyebar ke permukiman warga di sekitar pelabuhan.
Menurutnya, sistem tersebut dirancang untuk meminimalkan dampak aktivitas kepelabuhanan terhadap kualitas udara dan lingkungan sekitar, sehingga keberadaan terminal batubara tetap dapat berjalan seiring dengan kenyamanan masyarakat.
Selain aspek teknis operasional, Komisi III DPRD Kalsel juga menyoroti pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Mustaqimah menyebutkan bahwa pihaknya telah melihat langsung program CSR yang dijalankan perusahaan dan menilai pelaksanaannya cukup baik.
“Kita sudah melakukan investigasi dan melihat sendiri pengelolaan tambang serta CSR yang mereka lakukan. Ada beberapa pilar yang sudah dijalankan, seperti pendidikan, keagamaan, dan pilar lainnya. Mereka juga memberikan santunan keagamaan untuk masjid dan kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Wagub Kalsel Tinjau Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar
Komisi III DPRD Kalsel turut mengapresiasi kebijakan perusahaan dalam menyerap tenaga kerja lokal. Dari hasil dialog, sekitar 98 persen tenaga kerja PT Talenta Bumi Port berasal dari masyarakat setempat.
“Penyerapan tenaga kerja lokal ini sangat baik. Mudah-mudahan ke depan juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” tambah Mustaqimah.
Monitoring tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD Kalsel agar aktivitas pertambangan dan kepelabuhanan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta kontribusi terhadap pembangunan daerah. (dwn/ak)
