HABARIAJA.COM, YOGYAKARTA – Jasa Raharja turut melakukan peninjauan kesiapan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dengan meninjau pintu tol interchange Purwomartani, Sleman, serta progres pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6, Kamis (23/1/2026). Ruas tol tersebut diproyeksikan menjadi tol fungsional guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat 2026 sekaligus mencerminkan komitmen Jasa Raharja sebagai BUMN di bawah ekosistem Danantara Indonesia dalam mendukung keselamatan transportasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
BACA JUGA: Korban Kecelakaan Dapat Operasi Gratis, Gubernur Kalsel Tinjau Langsung Kondisi Anak Yatim
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si., serta Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono. Rombongan meninjau kesiapan fisik ruas tol, potensi pengoperasian fungsional, serta koordinasi pengaturan lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa pengoperasian Tol Yogyakarta–Bawen secara fungsional disambut positif sebagai bagian dari strategi pengelolaan arus mudik dan balik. Tol ini dinilai mampu memecah bangkitan arus kendaraan dari arah Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta, sehingga beban lalu lintas dapat terbagi antara jalan tol dan jalan arteri.
“Korlantas Polri menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas, mulai dari pengalihan arus, penerapan sistem satu arah (one way), hingga contraflow apabila diperlukan. Seluruh langkah tersebut akan ditetapkan berdasarkan pemantauan arus lalu lintas secara real time dengan evaluasi data jam per jam,” ujar Agus.
Saat ini, progres pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 telah mencapai sekitar 90 persen dan dipastikan siap difungsionalkan pada periode Idulfitri 2026. Perhatian utama difokuskan pada pengaturan lalu lintas di titik keluar Ambarawa yang terhubung langsung dengan jalan arteri. Pengoperasian fungsional juga akan mempertimbangkan pemenuhan standar keselamatan jalan, seperti ketersediaan rambu dan penerangan jalan. Apabila penerangan belum sepenuhnya memadai, pengoperasian akan diberlakukan pada waktu tertentu demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
BACA JUGA: Di Tengah Ketidakpastian Global, IMF Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyatakan dukungan penuh terhadap pengoperasian tol fungsional dan penerapan rekayasa lalu lintas selama Idulfitri 2026 sebagai bagian dari Operasi Ketupat.
“Sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja mendukung penuh langkah strategis lintas instansi ini untuk meningkatkan keselamatan transportasi nasional. Kolaborasi yang solid diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan serta menekan fatalitas korban selama periode Idulfitri. Ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik yang berorientasi pada pelayanan prima,” ujarnya.
Melalui sinergi dalam Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja berharap pengoperasian Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mewujudkan arus mudik dan balik Idulfitri 2026 yang aman, lancar, dan berkeselamatan.
Sumber: Jasa Raharja
