Trending

Habari Aja

Bandara Syamsudin Noor Sediakan Beragam Opsi Penjemputan Penumpang

 

LAYANANManajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menerapkan berbagai jenis layanan penjemputan di Bandara Internasional Syamsudin Noor - Foto Dok

HABARIAJA.COM, BANJARBARU – Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menerapkan berbagai jenis layanan penjemputan di Bandara Internasional Syamsudin Noor guna menyesuaikan kebutuhan para pengguna jasa bandara. Penataan ini dilakukan seiring meningkatnya atensi daerah hingga nasional terhadap Kalimantan Selatan melalui beragam program dan kegiatan berskala besar yang digelar di wilayah tersebut.

Salah satu layanan yang disiapkan adalah Premium Parking yang berlokasi tepat di seberang Pintu Exhibition Hall. Layanan ini ditujukan bagi pengguna jasa yang memerlukan akses tercepat dan terdekat dari area kedatangan. Premium Parking dapat dimanfaatkan dengan tambahan biaya layanan sebesar Rp75.000 untuk enam jam, di luar biaya parkir reguler.

BACA JUGA: Di Tengah Ketidakpastian Global, IMF Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat

Dari Pintu Exhibition Hall, pengguna jasa dapat berjalan ke arah kiri menuju area Kedatangan. Di sisi kiri tersedia Reguler Pick Up, sedangkan di sisi kanan terdapat area Land Transportation dan Premium Pick Up.

Layanan Reguler Pick Up direkomendasikan bagi pengguna jasa yang ingin langsung dijemput dan melanjutkan perjalanan dengan waktu singgah maksimal tiga menit. Untuk layanan ini, pengguna hanya dikenakan biaya parkir reguler, yakni Rp10.000 untuk satu jam pertama dan Rp4.000 untuk setiap jam berikutnya bagi kendaraan roda empat.

Sementara itu, bagi pengguna jasa yang memerlukan waktu singgah lebih lama, InJourney Airports menyediakan Premium Pick Up (Short Stay Parking). Layanan ini memungkinkan kendaraan berhenti selama maksimal 30 atau 60 menit dengan tarif Rp50.000 per 30 menit, ditambah biaya parkir reguler.

Opsi lainnya adalah penjemputan melalui Land Transportation, yang menyediakan berbagai pilihan kendaraan dengan tarif sesuai ketentuan masing-masing penyedia layanan. Saat ini, layanan transportasi resmi yang tersedia di Bandara Internasional Syamsudin Noor meliputi Kojatas Taxi, Banjar Taxi, Grab, Maxim, serta bus Damri.

Selain itu, tersedia pula fasilitas Penjemputan Motor. Pengguna jasa dapat menuju ke arah kanan setelah keluar dari Pintu Exhibition Hall melalui Lobby Keberangkatan dengan koridor indoor yang nyaman, kemudian melanjutkan perjalanan ke area parkir sepeda motor.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyampaikan bahwa penataan ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan pengguna jasa serta kendaraan.

“Kami memberikan atensi terhadap kebutuhan para pengguna jasa bandara yang beragam. Berbagai pilihan penjemputan yang kami sediakan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan, sehingga perlu dilakukan penataan area seperti saat ini. Setiap layanan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna jasa,” ujarnya.

Berdasarkan data yang tercatat, Bandara Internasional Syamsudin Noor menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang dan aktivitas pesawat pascapandemi Covid-19. Aktivitas pesawat pada tahun 2025 tercatat mencapai 27.221 pergerakan, atau sekitar 96 persen dari kondisi tahun 2019 yang mencapai 28.843 pergerakan. Sementara itu, jumlah penumpang mencapai 3,1 juta orang pada tahun 2025, atau sekitar 94 persen dari capaian tahun 2019 sebesar 3,2 juta penumpang.

BACA JUGA: Di Tengah Ketidakpastian Global, IMF Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat

Kondisi tersebut diprediksi akan terus meningkat seiring perkembangan perekonomian dan pembangunan di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap para pengguna jasa dapat kooperatif mengikuti pengaturan alur penjemputan terkini. Saat ini telah tersedia penunjuk arah dan marka yang memudahkan pengguna jasa menemukan opsi penjemputan yang sesuai. Apabila memerlukan informasi lebih lanjut, petugas kami siap membantu demi memberikan pengalaman perjalanan terbaik di Bandara Internasional Syamsudin Noor,” tutup Millyas. (rls/ak)

Lebih baru Lebih lama