| ILUSTRASI: Karhutal melanda saat musim kemarau - Foto Net |
HABARIAJA.COM, BANJAR - Memasuki awal Oktober 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar. Sedikitnya sembilan titik api terdeteksi dalam satu hari dan tersebar di sejumlah wilayah yang berbeda.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, mengatakan kondisi tersebut membuat penanganan karhutla masih terus dilakukan. Tim gabungan dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan patroli guna mencegah kebakaran meluas.
“Wilayah sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi, Sungai Tabuk, Gambut, Kertak Hanyar memang menjadi wilayah pantauan yang rawan karhutla,” kata Wasis saat dikonfirmasi, Minggu (4/10/2026).
Salah satu lokasi yang kembali ditangani berada di kawasan Tembikar Kanan, Tatah Pelatar, Kecamatan Kertak Hanyar. Kebakaran di kawasan tersebut telah terjadi secara beruntun sejak Kamis (1/10) malam.
BACA JUGA: Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Kotabaru Perkuat Komitmen Jaga Persatuan
Api pertama kali muncul sekitar pukul 18.50 Wita. Kobaran kembali muncul pada Jumat (2/10/2026) malam hingga Minggu (3/10/2026) sore.
Lokasi kebakaran berada di sekitar Kompleks Padilah Perdana 5, kawasan Tembikar Kanan, yang berbatasan dengan wilayah Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin.
Kobaran api sempat membesar dan mendekati permukiman serta kompleks perumahan warga. Kepulan asap tebal juga mengganggu kualitas udara di sekitar lokasi dan memicu keluhan masyarakat.
Upaya pemadaman dilakukan tim gabungan bersama relawan dan barisan pemadam kebakaran. Penanganan difokuskan untuk melokalisasi api agar tidak menjalar ke permukiman warga.
Wasis mengatakan lahan gambut di kawasan tersebut kembali terbakar pada Minggu. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.20 Wita.
“Siang tadi, api yang sebelumnya membakar lahan gambut di wilayah Tembikar Kanan kembali muncul dan baru bisa dikendalikan sekitar pukul 16.20 Wita,” ungkapnya.
Menurut Wasis, penanganan karhutla dilakukan melalui satuan tugas darat dengan dukungan operasi udara. Helikopter water bombing juga dikerahkan untuk membantu pemadaman pada lokasi yang membutuhkan.
Kebakaran di Tembikar Kanan menjadi salah satu gambaran bahwa ancaman karhutla masih berlangsung meskipun telah memasuki Oktober.
Kawasan tersebut sebelumnya juga mengalami kebakaran lahan pada September. Pada 10 September, karhutla di Tembikar Kanan dilaporkan mendekati permukiman warga.
Saat itu, sejumlah warga sempat menyelamatkan anak-anak dan mengungsi sementara karena kobaran api dan asap semakin mendekati tempat tinggal mereka.
Selain Tembikar Kanan, BPBD Kabupaten Banjar juga melakukan penanganan di sejumlah lokasi lain dalam beberapa hari terakhir.
Di Jalan Lingkar Selatan, Guntung Papuyu, Kecamatan Gambut, kebakaran melanda lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar lima hektare. Tim berhasil memadamkan sekitar satu hektare dan memastikan api padam sepenuhnya.
Karhutla juga terjadi di Jalan Keramat Cindai Alus, Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura. Di lokasi tersebut, api membakar lahan tanah mineral yang ditumbuhi semak belukar dan pohon akasia.
BACA JUGA: Jasa Raharja Serahkan Santunan Rp150 Juta kepada Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo
Sementara itu, kebakaran di Jalan Martapura Lama, Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, terjadi pada lahan semi-gambut di sekitar kawasan SMK Ma’arif NU Martapura.
Areal yang terbakar diperkirakan mencapai 2,6 hektare. Sekitar 0,9 hektare di antaranya berhasil dipadamkan. Namun, lokasi masih mengeluarkan asap sehingga pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah api kembali membesar.
Lokasi lainnya berada di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura. Lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar, galam, dan akasia terbakar dengan luas sekitar tiga hektare.
Dengan masih ditemukannya titik api di sejumlah wilayah, BPBD Kabupaten Banjar bersama tim gabungan terus melakukan penanganan dan pemantauan guna mencegah karhutla meluas, terutama di kawasan yang berdekatan dengan permukiman. (nt/ak)