Trending

Habari Aja

KM Virgo Transport 8 Ditemukan Terbalik di Laut Jawa, SAR Fokus Cari Korban

 

BANGKAI: Tamapak KM Virgo Transport 8 yang sempat hilang kontak di perairan Laut Jawa akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik - Foto Net 


HABARIAJA.COM, BANJARMASIN - Bangkai KM Virgo Transport 8 yang sempat hilang kontak di perairan Laut Jawa akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik. Tim SAR Gabungan kini memfokuskan operasi pada pencarian dan evakuasi korban yang masih belum ditemukan.

Lokasi kapal ditemukan oleh Tim Search and Rescue Unit (SRU) Udara yang mengoperasikan Helikopter Dauphin HR-3601. Saat melakukan penyisiran visual dari udara, tim berhasil mendeteksi keberadaan bangkai kapal dan memastikan lokasinya.

BACA JUGA: Pertamax Journey 2026, Bawa 60 Media Nasional Melihat Lebih Dekat Kilang Cilacap

Informasi mengenai lokasi penemuan, termasuk koordinat, kemudian diteruskan kepada SRU Laut untuk dilakukan penanganan lanjutan. Tim di laut selanjutnya melakukan penyisiran di sekitar lokasi sekaligus mempersiapkan proses evakuasi.

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwaghandi mengatakan, berdasarkan laporan pemantauan udara sekitar pukul 15.00 WIB, KM Virgo Transport 8 masih terlihat mengapung dalam posisi terbalik.

“Bagian bawah kapal terlihat berada di permukaan air. Kapal-kapal yang melakukan operasi juga masih berada di sekitar lokasi untuk menyebar ke sejumlah titik pencarian,” ujar Dudy.

Menurut Dudy, pencarian korban menjadi prioritas utama dalam operasi SAR. Tim masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kemungkinan korban terjebak di dalam lambung kapal atau telah terbawa arus menjauh dari lokasi kejadian.

“Kami pada saat ini ada fokus untuk melakukan SAR, sampai dengan seluruh korban bisa ditemukan,” tegasnya.

Operasi pencarian melibatkan armada lintas instansi. Selain kapal-kapal yang telah berada di sekitar lokasi, penyisiran dari udara juga diperkuat oleh unsur Skadron 400 TNI AL Surabaya serta armada udara dari Basarnas, Polri, TNI AL, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Jarak lokasi kejadian yang membutuhkan waktu sekitar enam jam perjalanan dari Banjarmasin menjadi salah satu faktor yang turut dipertimbangkan dalam mobilisasi unsur SAR menuju lokasi.

BACA JUGA: Dari Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat, Menengok Pengembangan SAF di Cilacap

Basarnas memastikan seluruh proses pencarian dan pertolongan dilakukan dengan mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO). Seluruh potensi SAR dikerahkan dan dioptimalkan untuk mempercepat penemuan serta evakuasi korban.

Operasi SAR akan terus dilakukan hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan. (fs/ak)

Lebih baru Lebih lama