![]() |
| PAWAI: Ratusan Siswa MDIM Kindaung 1 Banjarmasin Ikuti Pawai Kemerdekaan Sarat Pesan Persatuan - Foto Net |
HABARIAJA.COM, BANJARMASIN – Ratusan siswa Madrasah Diniyah Islamiyah Muhammadiyah (MDIM) Kindaung 1 Banjarmasin mengikuti pawai kemerdekaan di lingkungan sekolah, Sabtu (15/8/2026). Mengenakan dan membawa berbagai atribut merah putih, para siswa berjalan kaki sembari membawa spanduk berisi pesan-pesan positif.
Kegiatan tersebut turut melibatkan ustaz dan ustazah serta orang tua atau wali murid. Pengamanan pawai juga mendapat dukungan dari Unit Lantas dan Bhabinkamtibmas Polsek Banjarmasin Utara.
Sejumlah spanduk yang dibawa siswa menyerukan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan kebersihan lingkungan, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme. Pesan untuk meneladani Rasulullah SAW juga turut disampaikan melalui tulisan-tulisan kreatif yang dibuat para siswa.
BACA JUGA: “17-an Bareng Jasfren”, Cara Jasa Raharja Edukasi Keselamatan lewat Karnaval dan Lomba Rakyat
Pawai dimulai dari sekolah di Jalan Pangeran, Banjarmasin Utara. Para peserta kemudian bergerak menuju kawasan SMKN 4 Banjarmasin, berputar di U-turn, sebelum kembali ke sekolah yang menjadi titik akhir kegiatan.
Kepala MDIM Kindaung 1, Fajrin Husnu Haitami, mengatakan pawai tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut dia, kegiatan itu sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa.
“Pawai ini membawa pesan damai dan menjadi pengikat persaudaraan antarwarga. Anak-anak juga kami ajarkan untuk menyampaikan pesan positif melalui tulisan-tulisan kreatif di spanduk,” ujar Fajrin.
Menurutnya, momentum kemerdekaan perlu diisi dengan berbagai kegiatan positif. Para siswa dikenalkan dengan nilai-nilai nasionalisme melalui penggunaan atribut merah putih dan menyanyikan lagu-lagu wajib nasional.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa mengisi kemerdekaan bisa dilakukan dengan hal-hal positif. Salah satunya dengan menjaga persatuan, kerukunan, dan kebersamaan,” tuturnya.
Fajrin menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kegembiraan dalam suasana kemerdekaan. Kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak hanya dirasakan di lingkungan madrasah, tetapi juga meluas kepada masyarakat sekitar.
“Harapannya kegiatan ini menjadi tradisi positif yang terus dijaga. Anak-anak bisa bergembira, tetapi tetap mendapatkan nilai pendidikan, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama,” katanya.
Kemeriahan tidak berhenti setelah pawai. Para siswa kemudian menampilkan kesenian panting yang dimainkan oleh siswa yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Penampilan tersebut menjadi salah satu cara sekolah mengenalkan dan melestarikan kesenian tradisional kepada para siswa sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk mengembangkan minat dan bakat.
Selain pentas seni, setiap siswa juga membawa makanan berat atau nasi bungkus dari rumah. Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada warga di sekitar lingkungan sekolah.
Kegiatan berbagi tersebut dikemas dalam program Jumat Berkah dan Pekan Maulid. Melalui kegiatan itu, para siswa diajarkan untuk peduli, berbagi, dan membantu sesama sejak usia dini.
![]() |
| ANTUSIAS: Anak-anak terlihat sangat antusias menikmati kegiatan- Foto Dok |
Salah satu orang tua siswa kelas IV, Eli, mengaku antusias menyaksikan anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Terlebih, putranya turut terlibat dalam penampilan kesenian panting setelah mengikuti pawai.
BACA JUGA: Kalsel Expo 2026 Jadi Jembatan Produk Lokal Menuju Pasar Global
Menurut Eli, keterlibatan anaknya dalam kegiatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Selain dapat menyalurkan minat dan bakat, kegiatan tersebut juga membantu meningkatkan kepercayaan diri anak untuk tampil di hadapan masyarakat.
“Anak-anak terlihat sangat antusias. Dari berangkat saja sudah semangat dan senang sekali mengikuti pawai,” ujar Eli.
Ia menilai kegiatan semacam itu penting karena siswa tidak hanya diajak merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, tetapi juga belajar mengenai arti persatuan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Selain senang-senang, mereka juga belajar tentang nasionalisme, kebersamaan, dan berbagi dengan orang lain. Sebagai orang tua, tentu kami mendukung kegiatan seperti ini,” katanya. (nt/ak)

