![]() |
| KOMITMEN: Hj. Neli Listriani pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 - Foto Hum |
HABARIAJA.COM, BANJARMASIN – Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak melalui tiga gerakan utama.
Ajakan tersebut disampaikan saat Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 Kota Banjarmasin yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (6/8/2026). Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", kegiatan berlangsung hangat dan penuh keceriaan dengan melibatkan anak-anak, orang tua, serta tenaga pendidik.
BACA JUGA: Dugaan Kebocoran BBM Jadi Pemicu Motor Terbakar di Gang Pribadi Sekumpul
Menurut Neli, Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat langkah nyata dalam memberikan perlindungan, pendidikan, dan pengasuhan terbaik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
"Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa kasih sayang kepada anak harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari pengasuhan yang baik, perlindungan terhadap berbagai risiko, hingga memastikan mereka mendapatkan pendidikan terbaik sejak usia dini," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Neli mengajak seluruh orang tua, guru, dan masyarakat mendukung tiga gerakan penting yang dinilai menjadi fondasi bagi masa depan anak.
Gerakan pertama adalah menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun yang diawali dengan satu tahun pendidikan anak usia dini (PAUD). Menurutnya, PAUD memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, emosional, serta kesiapan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
"PAUD bukan hanya tempat bermain, tetapi menjadi ruang bagi anak untuk mengenal dirinya, belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan mengembangkan rasa ingin tahu. Pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak," jelasnya.
Selain pendidikan, Neli juga menekankan pentingnya membangun karakter melalui penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ia menilai pembentukan karakter harus dilakukan secara konsisten di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Ia mengajak orang tua membiasakan anak rajin beribadah sesuai keyakinan masing-masing, menerapkan pola hidup sehat, gemar belajar, disiplin, mandiri, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan.
"Karakter tidak terbentuk dalam waktu singkat, tetapi melalui pembiasaan yang dilakukan setiap hari. Karena itu, peran keluarga dan lingkungan sangat menentukan," katanya.
Neli juga mengingatkan pentingnya keteladanan dari orang tua dan guru dalam proses pendidikan karakter anak.
"Anak belajar bukan hanya dari apa yang kita sampaikan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, orang tua dan guru harus menjadi contoh yang baik," tambahnya.
BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Pastikan Stok LPG 3 Kg di Kalimantan Selatan Aman
Gerakan ketiga yang menjadi perhatian Bunda PAUD adalah pengawasan penggunaan gawai pada anak. Menurutnya, penggunaan telepon genggam secara berlebihan tanpa pendampingan dapat berdampak terhadap kesehatan fisik, kemampuan bersosialisasi, hingga konsentrasi belajar.
Ia mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai serta memperbanyak aktivitas positif dan interaksi langsung di lingkungan keluarga.
"Penggunaan gawai memang sudah menjadi bagian dari kehidupan saat ini. Namun jika tidak diawasi, akan mengurangi waktu bermain, interaksi dengan keluarga, bahkan memengaruhi perkembangan fisik, sosial, dan kemampuan belajar anak. Karena itu, pendampingan orang tua sangat diperlukan," tutupnya. (nt/ak)
