![]() |
| ARSITEKTUR: Bangunan utama masjid ditopang oleh 16 tiang kayu jati setinggi sekitar 17 meter dengan diameter mencapai 60 sentimeter - Foto Dok |
HABARIAJA.COM, SURABAYA - Masjid Sunan Ampel merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Jawa yang memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Masjid yang berada di kawasan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, ini didirikan pada tahun 1421 oleh Sunan Ampel atau Raden Muhammad Ali Rahmatullah.
Pembangunan masjid dilakukan bersama dua sahabatnya, yakni Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, serta para santrinya. Berdasarkan catatan sejarah, pembangunan masjid berdiri di atas tanah yang diberikan oleh Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit yang saat itu disebut telah memeluk Islam.
BACA JUGA: Anjungan Kalsel Sabet Juara 1 TMII Awards 2026
Masjid Sunan Ampel menjadi salah satu pusat awal penyebaran agama Islam di Jawa, terutama pada masa menjelang berdirinya Kesultanan Demak. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga difungsikan sebagai pusat pendidikan agama dan tempat musyawarah mengenai ajaran Islam.
Secara arsitektur, Masjid Sunan Ampel memiliki perpaduan gaya Jawa Kuno, Hindu-Buddha, dan Arab. Bangunan utama masjid ditopang oleh 16 tiang kayu jati setinggi sekitar 17 meter dengan diameter mencapai 60 sentimeter. Tiang-tiang tersebut dibuat tanpa sambungan dan melambangkan jumlah rakaat salat fardu dalam sehari semalam.
Ciri khas lain tampak pada bentuk atap limas bujur sangkar yang identik dengan arsitektur tradisional Jawa. Seiring perkembangan waktu, masjid mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan hingga kini memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi.
BACA JUGA: Tugu Pahlawan, Simbol Perjuangan dalam Pertempuran 10 November
Sunan Ampel menghabiskan sebagian besar hidupnya di kawasan Ampel hingga wafat pada tahun 1481. Makamnya berada di kompleks masjid dan menjadi salah satu tujuan utama peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.
Sejak 1972, Pemerintah Kota Surabaya menetapkan Masjid Sunan Ampel sebagai destinasi wisata religi. Hingga kini, masjid tersebut masih aktif digunakan untuk kegiatan ibadah dan menjadi simbol penting perkembangan Islam di Nusantara. (net/ak)
