Trending

Habari Aja

Ananda: Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga

 

SAMBUTAN: Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda saat sambutan menghadiri kegiatan Hari Kartini Berdaya Bumi Terjaga bertema “Perempuan Hari Ini Adalah Kartini Masa Kini”, Rabu (22/4/2026), di Fugo Hotel Banjarmasin - Foto Dok 


HABARIAJA.COMBANJARMASIN – Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, mengajak kaum perempuan untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah terpadu sebagai upaya menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Hari Kartini Berdaya Bumi Terjaga bertema “Perempuan Hari Ini Adalah Kartini Masa Kini”, Rabu (22/4/2026), di Fugo Hotel Banjarmasin.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), serta Paguyuban Kampung Ketupat Sungai Baru. Acara juga dirangkai dengan workshop pembuatan ketupat yang diikuti karyawati hotel.

BACA JUGA: Hasil Penilaian 2025 Dirilis, Pemda di Kalsel Diminta Perkuat Komitmen

Dalam arahannya, Ananda menekankan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu isu strategis di Kota Banjarmasin yang memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan.

“Masalah lingkungan, khususnya sampah, merupakan isu penting saat ini. Kegiatan ini sangat tepat karena bertepatan dengan Hari Kartini sekaligus Hari Bumi,” ujarnya.

Ia berharap sektor perhotelan dapat mulai mengelola sampah secara mandiri guna mengurangi beban Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis kawasan, termasuk sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), menjadi langkah yang perlu segera diterapkan.

“Saya berharap Hotel Fugo bisa mengolah sampah secara mandiri. Ini memang tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus mulai dari sekarang,” katanya.

Ananda menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara terpilah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dengan hanya menyisakan residu untuk dibuang ke fasilitas yang disediakan pemerintah.

“Jangan sampai seluruh sampah dibuang ke TPS, karena TPS diperuntukkan bagi rumah tangga. Kami berharap hanya residu yang dibuang keluar,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sebagai pilar utama dalam membangun kesadaran pengelolaan sampah sejak dari lingkungan keluarga.

“Untuk menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari rumah. Perempuan memiliki peran penting dalam mengedukasi keluarga, termasuk anak-anak,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar sampah di Banjarmasin berasal dari sisa makanan, sehingga perubahan pola konsumsi menjadi salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah.

“Sekitar 60 hingga 70 persen sampah di Banjarmasin adalah sampah organik dari makanan. Karena itu, mari biasakan anak-anak untuk makan secukupnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kebersihan lingkungan juga berpengaruh terhadap daya tarik Kota Banjarmasin sebagai destinasi wisata.

“Jika kota kita bersih, tentu akan menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang datang,” tambahnya.

BACA JUGA: Pemkot Banjarmasin Siapkan Sungai Pulau Insan Jadi Area Retensi, Antisipasi Genangan

Di akhir arahannya, Ananda mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam penanganan sampah, meskipun diakui membutuhkan waktu dan perubahan pola pikir.

“Perubahan mindset masyarakat terkait pengelolaan sampah tidak mudah, namun kami akan terus berupaya maksimal. Mari kita mulai dari diri sendiri dan dari rumah,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peran perempuan sebagai agen perubahan semakin kuat, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam mendukung pelestarian lingkungan di Kota Banjarmasin. (hum/ak)

Lebih baru Lebih lama