HABARIAJA.COM, JAKARTA - Jasa Raharja memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengamanan arus balik Idulfitri 2026 melalui kegiatan pemantauan bersama di Jasamarga Tollroad Command Center KM 29, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya. Pemantauan dilakukan secara real time melalui pusat kendali untuk mengawasi volume kendaraan serta mengevaluasi penerapan rekayasa lalu lintas.
BACA JUGA: Ombudsman RI Tegaskan Komitmen Integritas dan Hormati Proses Hukum
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dan Direktur Operasional Ariyandi hadir mendampingi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pengendalian arus balik dilakukan berdasarkan indikator volume to capacity ratio (V/C ratio) dan pemantauan intensif terhadap jumlah kendaraan. Hingga Rabu siang, tercatat sekitar 2.040.000 kendaraan telah memasuki Jakarta, dari total 2.521.229 kendaraan yang sebelumnya meninggalkan ibu kota.
“Masih terdapat selisih kendaraan yang harus diurai pada puncak arus balik,” ujarnya.
Ia menambahkan, puncak arus balik terjadi pada Selasa (24/3) malam dengan jumlah mencapai 256.338 kendaraan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 223.163 kendaraan. Seiring perkembangan kondisi lalu lintas, rekayasa berupa one way nasional telah disesuaikan menjadi one way sepenggal.
Sementara itu, Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa tren keselamatan selama periode Siaga Lebaran menunjukkan perbaikan signifikan. Tingkat fatalitas kecelakaan tercatat turun 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Tahun ini tercatat 228 korban meninggal dunia, turun dari 318 pada tahun sebelumnya. Hingga saat ini, kami telah menyalurkan santunan sebesar Rp11,2 miliar kepada 224 korban meninggal dunia,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa risiko kecelakaan masih perlu diwaspadai, terutama yang melibatkan kendaraan roda dua. Faktor utama penyebab kecelakaan antara lain kelelahan pengemudi (fatigue driving) akibat perjalanan panjang serta kondisi kendaraan.
BACA JUGA: TPID Kalsel Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Idulfitri 1447 H
Dalam mendukung penanganan tersebut, Jasa Raharja juga mengoptimalkan kesiapan petugas di lapangan guna memastikan respons cepat terhadap korban kecelakaan serta penyerahan santunan yang tepat waktu.
Melalui kolaborasi antara kepolisian, kementerian, operator jalan tol, dan Jasa Raharja, diharapkan arus balik Idulfitri 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan berkeselamatan. Perusahaan menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi hingga periode arus balik berakhir.
Sumber: Jasa Raharja
