Trending

Habari Aja

Seminar Bersama Gerakan Rakyat dan GEMA Bangsa Gandeng, Dit Intelkam Polda Kalsel: Soroti Pentingnya Jaga Sitkamtibmas

SEMINAR: Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Kalsel Dr. Soetrijono, Sp.MM, Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Kalsel Ahmad Junaidi beserta jajaran kader, serta Ketua DPW Partai Gerakan Mandiri Bangsa Kalsel Mimin, S.Sos bersama para kadernya - Foto Dok


HABARIAJA.COM, BANJARMASIN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerakan Rakyat Kalimantan Selatan bersama DPW Partai Gerakan Mandiri Bangsa (GEMA Bangsa) Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Kalsel menggelar seminar politik bertema “Penguatan Pendidikan Politik untuk Mencetak Kader yang Berintegritas dan Patuh Hukum demi Menjaga Sitkamtibmas di Wilayah Kalsel”, Rabu (18/2/2026) lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Banjarmasin tersebut dihadiri sekitar 100 peserta. Peserta terdiri atas jajaran pengurus dan kader kedua partai politik, serta unsur pemerintah dan kepolisian.

BACA JUGA: Diduga ada Masalah Keluarga, Wanita 22 Tahun di Banjarmasin Nekat Lompat dari Flyover

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Kalsel Dr. Soetrijono, Sp.MM, Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Kalsel Ahmad Junaidi beserta jajaran kader, serta Ketua DPW Partai Gerakan Mandiri Bangsa Kalsel Mimin, S.Sos bersama para kadernya.

Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yakni perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Subbidang Kewaspadaan Dini dan Kerja Sama Intelijen Afreza Rahman, S.STP, serta akademisi senior dan pakar politik Kalimantan Selatan, Dr. Taufik Arbain.

Dalam pemaparannya, narasumber dari Kesbangpol Afreza Rahman, S.STP menekankan pentingnya pendidikan politik yang berorientasi pada peningkatan kesadaran hukum, etika demokrasi, serta kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan stabilitas daerah.

"Partai politik memiliki tanggung jawab konstitusional untuk mencetak kader yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga memiliki komitmen menjaga persatuan dan keamanan," katanya.

Sementara itu, Dr. Taufik Arbain menyoroti dinamika politik nasional dan daerah yang kian kompetitif menjelang kontestasi Pemilu 2029.

"Pendidikan politik yang sehat menjadi fondasi utama dalam mencegah praktik politik transaksional, polarisasi sosial, serta penyebaran disinformasi yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas)," tutur Arbain.

Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Kalsel Ahmad Junaidi menyampaikan bahwa partainya merupakan partai politik baru yang lahir sebagai respons atas dinamika politik nasional pasca-Pemilu 2024 dan proyeksi kontestasi Pemilu 2029. Partai tersebut memposisikan diri sebagai wadah perjuangan politik yang menitikberatkan pada perubahan tata kelola pemerintahan, penguatan demokrasi substantif, serta pembelaan terhadap aspirasi masyarakat yang menghendaki kepemimpinan nasional berbasis integritas dan kapasitas.

"Kami juga menyatakan dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2029, serta menegaskan komitmen membangun politik yang santun dan berintegritas di Kalimantan Selatan," ungkapnya.

Adapun Partai Gerakan Mandiri Bangsa (GEMA Bangsa) diketahui resmi dideklarasikan pada 17 Januari 2026 di Jakarta International Convention Center. Partai tersebut mengusung tiga visi besar, yakni Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn sebagai arah perjuangan politik nasional. Secara strategis, GEMA Bangsa memposisikan diri sebagai partai modern, terbuka, dan inklusif, dengan komitmen menjawab kegelisahan publik terhadap praktik politik transaksional dan dominasi kekuatan oligarkis.

BACA JUGA: Haul Jama dan Syukuran Satu Tahun Kepemimpinan, Wagub Kalsel Undang Ulama dan Habaib

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Kalsel menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas politik daerah.

"Kami mengapresiasi pelaksanaan seminar sebagai bentuk komitmen kolektif dalam memperkuat literasi politik kader serta mendorong terciptanya iklim demokrasi yang sehat dan kondusif di Kalimantan Selatan," imbuhnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif, serta diakhiri dengan sesi diskusi dan komitmen bersama untuk terus membangun budaya politik yang beretika, patuh hukum, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. (fs/ak)

Lebih baru Lebih lama