![]() |
| WAWANCARA: Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel Muhammad Fauzan Noor, didampingi Direktur Bisnis Muhammad Hanafi dan Komisaris Independen PT Jamkrida Kalsel, Rudi Anshary - Foto Dok |
HABARIAJA.COM, BANJARMASIN – PT Jamkrida Kalsel menargetkan total kumulatif penjaminan kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus Rp15 triliun pada 2026. Target tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem perekonomian daerah.
Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel Muhammad Fauzan Noor, didampingi Direktur Bisnis Muhammad Hanafi dan Komisaris Independen PT Jamkrida Kalsel, Rudi Anshary, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 2013 hingga akhir 2025, perusahaan telah menjamin sekitar 109.099 UMKM di seluruh Kalimantan Selatan dengan total nilai penjaminan mencapai Rp13,08 triliun.
BACA JUGA: Sembako Murah FWE Kalsel Ludes Terjual di Kertak Hanyar
“Rata-rata setiap tahun sekitar 8.000 hingga 9.000 UMKM mendapatkan penjaminan dengan nilai sekitar Rp1,09 triliun. Dalam tiga tahun terakhir, tren penjaminan terus meningkat seiring pertumbuhan permintaan pembiayaan mikro dan kecil,” ujarnya.
Tiga daerah dengan konsentrasi UMKM terbesar berada di Kota Banjarmasin dengan nilai penjaminan Rp2,44 triliun, Kabupaten Barito Kuala sebesar Rp1,22 triliun, serta Kabupaten Tabalong mencapai Rp1,02 triliun.
"Memasuki 2026, PT Jamkrida Kalsel menetapkan target peningkatan penjaminan sebesar 171 persen dibandingkan 2025. Perusahaan merencanakan penjaminan terhadap sekitar 10.000 hingga 13.000 UMKM baru dengan nilai berkisar Rp2 triliun sampai Rp2,9 triliun. Target tersebut diharapkan mendorong total kumulatif penjaminan melampaui Rp15 triliun," tuturnya.
Strategi pencapaian target diperkuat melalui kolaborasi dengan Bank Kalsel, jaringan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), serta koperasi simpan pinjam di berbagai kabupaten/kota. Skema kerja sama meliputi penjaminan kredit mikro, kredit modal kerja, kredit investasi, hingga pembiayaan berbasis klaster UMKM.
Dengan misi memberikan manfaat kepada UMKM dan Koperasi, perusahaan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance), manajemen risiko yang terukur, serta inovasi produk penjaminan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar
Selain itu, perusahaan membuka peluang penambahan modal dari pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Saat ini, permodalan masih disandang Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Manajemen berharap pemerintah kabupaten/kota dapat menjadi pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Dengan dukungan permodalan dari seluruh kabupaten/kota, diharapkan semakin banyak UMKM yang dapat terbantu,” kata Fauzan.
Dalam waktu dekat, PT Jamkrida Kalsel juga akan menjalin kerja sama dengan BPR Smart Tabalong untuk penjaminan kredit UMKM tanpa bunga dan tanpa agunan, dengan subsidi dari Pemerintah Kabupaten Tabalong.
Sementara itu, Komisaris Independen PT Jamkrida Kalsel, Rudi Anshary, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung visi dan misi perusahaan, khususnya dalam memperluas akses keuangan melalui perbankan.
“Kami berharap Jamkrida dapat terus meningkat dari sisi aset. Kehadiran manajemen baru diharapkan mampu memperkuat peran perusahaan dalam mendorong pertumbuhan pelaku usaha dan sektor keuangan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, PT Jamkrida Kalsel optimistis dapat memperluas inklusi keuangan, menekan risiko kredit bagi lembaga penyalur pembiayaan, serta membantu UMKM naik kelas dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta penciptaan lapangan kerja. (fs/ak)
