![]() |
| APLIKASI: BPKPAD Kabupaten Balangan meluncurkan aplikasi Sistem Pengamanan dan Penomoran Barang Milik Daerah (Simandor BMD) - Foto Dok |
HABARIAJA.COM, BALANGAN - Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Balangan meluncurkan aplikasi Sistem Pengamanan dan Penomoran Barang Milik Daerah (Simandor BMD) sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset daerah. Inovasi ini memungkinkan masyarakat mengakses informasi detail aset daerah melalui pemindaian QR Code.
Inovator Simandor BMD, Kamrani, mengatakan pemanfaatan teknologi informasi menjadi kebutuhan mutlak di era globalisasi, khususnya dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.
BACA JUGA: Gubernur Muhidin Pimpin Panen Raya di Batola, Kalsel Catat Surplus Beras 1,2 Juta Ton
“Keterbukaan informasi Barang Milik Daerah mencakup kepemilikan aset serta fungsi penggunaannya yang dapat diakses oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (7/1/2025).
Melalui Simandor BMD, pengamanan dan penomoran aset daerah dilakukan menggunakan QR Code yang terhubung langsung dengan basis data aset daerah. Dengan demikian, masyarakat cukup memindai kode yang terpasang pada aset untuk memperoleh informasi rinci terkait aset tersebut.
Selain meningkatkan transparansi, aplikasi ini juga membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan aset daerah. Kamrani menyebutkan, masyarakat dapat berperan aktif memantau penggunaan fasilitas umum milik pemerintah daerah.
“Masyarakat dapat ikut mengawasi pemanfaatan aset daerah dan melaporkan apabila ditemukan indikasi penyimpangan,” jelasnya.
Aplikasi Simandor BMD dapat diunduh melalui Play Store dan diharapkan mampu meminimalkan berbagai permasalahan dalam pengamanan, pencatatan, serta pemeliharaan aset daerah.
BACA JUGA: Warga Kalsel Diimbau Waspada Bahaya Ular Saat Musim Hujan dan Banjir Rob
Kamrani menambahkan, penerapan Simandor BMD merupakan komitmen BPKPAD Kabupaten Balangan dalam meningkatkan kualitas tata kelola Barang Milik Daerah secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset daerah,” ujarnya.
Ia juga berharap inovasi Simandor BMD dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mendorong keterbukaan dan pengelolaan aset daerah yang lebih profesional dan modern. (ns/ak)
