Trending

Habari Aja

Sekolah Rawan Banjir Jadi Perhatian, Wali Kota Banjarmasin Ingin Bangunan Permanen

 

SEKOLAH: Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR saat meninjau sejumlah sekolah - Foto Dok

HABARIAJA.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR terus mendorong transformasi sekolah-sekolah di kawasan pinggiran kota agar dibangun menjadi fasilitas pendidikan yang permanen dan representatif. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau kondisi SDN Pemurus Dalam 4, Kelurahan Pemurus Dalam, Selasa (20/1/2026) siang.

Peninjauan dilakukan di sela kegiatan penyisiran normalisasi sungai di kawasan Tatah Belayung. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menemukan sejumlah permasalahan, di antaranya keterbatasan ruang kelas, kondisi bangunan yang memerlukan perbaikan, serta ancaman banjir tahunan yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar.

BACA JUGA: Telkomsel Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Beberapa Wilayah di Kalsel

Sekolah yang menampung hampir 250 siswa itu juga berada di lahan yang sempit, sehingga pengembangan fasilitas menjadi terbatas. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Wali Kota Banjarmasin.

“Kita sebenarnya ingin bangunan SD dan SMP yang lokasinya kurang representatif itu tidak lagi sekadar rehab kecil-kecilan. Kita ingin bangun baru yang permanen dan bagus. Kalau bangunannya permanen, kita tidak perlu setiap tahun menganggarkan perbaikan akibat struktur turun atau rusak, sehingga guru nyaman mengajar dan siswa pun nyaman belajar,” tegas Yamin.

Ia menambahkan, pola penanganan fasilitas pendidikan di Kota Banjarmasin harus diubah. Menurutnya, anggaran daerah tidak efektif jika terus digunakan untuk rehabilitasi ringan yang dilakukan secara berulang setiap tahun.

Selain keterbatasan ruang kelas, kepadatan penduduk yang terus meningkat juga berpotensi menuntut perluasan area sekolah. Oleh karena itu, Wali Kota menilai perlu adanya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah provinsi, khususnya terkait ketiadaan jenjang SMA di sekitar wilayah tersebut.

Masalah aksesibilitas turut menjadi perhatian. Jembatan penghubung menuju sekolah diketahui dalam kondisi memprihatinkan dan sebelumnya pernah mengalami keruntuhan. Kondisi ini menyulitkan mobil operasional distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga pendistribusian hanya dapat dilakukan hingga bahu jalan.

“Tadi ada aspirasi terkait jembatan. Untuk mengantarkan makan MBG, anak-anak atau petugas harus mengambil secara manual karena aksesnya kurang bagus. Jembatan ini perlu diperbaiki atau dibangun baru. Selain itu, penataan sungai di sekitar sekolah harus bagus agar tidak ada lagi cerita sekolah libur karena banjir,” tambahnya.

BACA JUGA: OJK Serahkan Tersangka Kasus Tindak Pidana Pasar Modal PT Sriwahana Adityakarta Ke JPU

Lebih lanjut, Yamin mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kota Banjarmasin telah menganggarkan pembangunan lima sekolah baru dengan sistem grouping atau penggabungan. Kebijakan tersebut bertujuan menciptakan fasilitas pendidikan yang lebih modern, terintegrasi, dan layak.

“Ini harus menjadi pemikiran serius Pemerintah Kota Banjarmasin untuk menyediakan fasilitas yang benar-benar nyaman. Saya sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk mengomunikasikan kembali potensi pengembangan lahan di kawasan ini,” ujarnya.

Langkah responsif tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan Sekolah Rakyat yang inklusif. Pemerintah Kota Banjarmasin pun berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak tidak terhambat oleh keterbatasan bangunan maupun akses infrastruktur. (hum/ak)

Lebih baru Lebih lama