![]() |
| JASA RAHARJA: Corporate Secretary Jasa Raharja, Dodi Apriansyah - Foto Dok |
HABARIAJA.COM, JAKARTA - PT Jasa Raharja terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai landasan utama dalam menjalankan kegiatan bisnis yang profesional dan berintegritas.
Melalui penerapan lima prinsip utama GCG transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran Jasa Raharja berupaya menciptakan sistem tata kelola perusahaan yang modern, terbuka, dan adaptif terhadap perubahan.
BACA JUGA: BI Kalsel dan Gubernur Muhidin Apresiasi Antusias Warga Ikuti QRIStival 2025
Corporate Secretary Jasa Raharja, Dodi Apriansyah, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama perusahaan adalah membangun sistem komunikasi yang transparan, baik secara internal maupun kepada publik.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah Jasa Raharja dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Dodi.
Sebagai BUMN yang memiliki mandat pelayanan publik di bidang asuransi sosial kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja memperkuat mekanisme pelaporan dan keterbukaan informasi kepada publik. Melalui kanal komunikasi digital, pelaporan berkala, dan publikasi kinerja keuangan maupun layanan, masyarakat kini dapat mengakses informasi secara mudah, cepat, dan akurat.
Selain transparansi, Dodi menegaskan bahwa prinsip akuntabilitas juga menjadi prioritas dalam setiap proses pengambilan keputusan di lingkungan Jasa Raharja.
“Setiap unit kerja memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas, dengan pengawasan berlapis untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai nilai integritas dan regulasi yang berlaku,” imbuhnya.
Jasa Raharja juga terus berinovasi dalam tata kelola dengan melakukan digitalisasi sistem pengendalian internal, penerapan whistleblowing system (WBS), penyediaan contact center sebagai saluran pengaduan masyarakat, serta pelatihan etika bisnis secara berkelanjutan bagi seluruh insan perusahaan.
Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan efektivitas, tetapi juga memperkuat budaya perusahaan yang berorientasi pada pelayanan publik dan integritas.
“Pelaksanaan GCG bukan hanya kewajiban korporasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kami kepada masyarakat,” tegas Dodi.
BACA JUGA: Warga Telawang dan Basirih Sampaikan Aspirasi kepada Saut Nathan Samosir
Menurutnya, tata kelola perusahaan yang baik adalah pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
Dengan komunikasi yang transparan dan implementasi GCG yang konsisten, Jasa Raharja bertekad untuk terus tumbuh menjadi perusahaan yang terpercaya, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima.
“Kami yakin, tata kelola yang baik akan membawa Jasa Raharja menjadi BUMN yang semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutup Dodi. (jr/ak)
